Deradikalisasi Eks Napiter, FKAAI Gelar Nobar “Sayap-Sayap Patah

Yayasan FKAAI Gelar Nobar Film Sayap-Sayap Patah 2

JAKARTA, Grahanews.com – Yayasan Forum Komunikasi Aktivis Akhlakul Karimah Indonesia (FKAAI) mengadakan acara nonton bareng film “Sayap-Sayap Patah 2” di Bioskop XXI Kalibata Plaza sebagai bagian dari upaya menderadikalisasi eks narapidana terorisme dan mendukung proses “healing” bagi korban aksi terorisme. Acara ini dihadiri oleh 158 peserta, termasuk eks narapidana terorisme dan penyintas korban terorisme.

Film “Sayap-Sayap Patah 2” dipilih sebagai media edukasi karena menggambarkan bahaya terorisme dan beratnya tugas kepolisian dalam menangani kasus terorisme. Film ini diangkat dari kisah nyata tragedi bom Gereja di Samarinda tahun 2016 yang menewaskan seorang anak kecil bernama Olivia.

Pembina FKAAI, Nasir Abbas mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan perdana ya

ng menggunakan media film untuk menderadikalisasi eks narapidana terorisme dan mendukung proses “healing” bagi korban aksi terorisme.

“Film ini bukan hanya hiburan, tapi pengingat bahwa terorisme itu nyata, kejam, dan bisa menyasar siapa saja, termasuk anak-anak,” kata Nasir Abbas, di Jakarta, Minggu (18/5/2025).

Menurut mantan tokoh Jamaah Islamiyah (JI) ini, acara nobar tersebut sejalan dengan upaya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kepolisian Republik Indonesia dalam mencegah dan menangani kasus terorisme.

“Dengan adanya acara ini, Yayasan FKAAI berharap dapat membantu proses reintegrasi dan deradikalisasi eks narapidana terorisme serta mendukung proses “healing” bagi korban aksi terorisme,” kata Nasir.

Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Yayasan FKKAI dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme melalui pendekatan yang humanis dan edukatif. Dengan demikian, acara nobar film “sayap sayap patah-2” ini dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat dalam menanggapi isu-isu sensitif dengan cara yang positif dan konstruktif.

Selain itu, Iwan Setiawan, salah satu penyintas bom Kedubes Australia tahun 2004 mengapresiasi FKAAI atas gelaran  nonton bareng film ini.

“Saya merasa terharu atas kegiatan ini. Usaha untuk menyatukan para eks napiter dan penyintas dalam satu momentum sama ini sangat penting untuk membangun saling pengertian akan masa lalu yang menyakitkan menuju hati yang tenang dan damai.” Kata Iwan.

Atas nama penyintas, Iwan berharap acara serupa bisa terus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan hasil maksimal dan meluas ke seluruh penyintas di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *